sexting bugil remaja

Posted on 18

0


Menurut survei baru lembaga penelitian Pew untuk bidang internet dan gaya hidup, sekitar 15 persen remaja di Amerika Serikat setidaknya pernah menerima foto bugil atau semi-bugil dari temannya melalui ponsel atau dikenal dengan istilah “sexting”.

Survei terhadap 800 remaja (usia 12 hingga 17 tahun) yang diambil dari seluruh AS ini menyatakan bahwa 4 persen remaja justru merupakan sumber dari sexting bugil.

Soal sexting bugil ini, para perempuan ABG dilaporan tak ada bedanya dengan anak laki-laki. Adapun remaja lebih tua, yang sudah membayar tagihan ponsel sendiri, dilaporkan cenderung lebih nakal dalam perilaku sexting bugil.

Mata uang hubungan
Dari survei ini terungkap, sejumlah remaja mengaku bahwa sexting bugil dijadikan semacam “mata uang” dalam menjalin hubungan.

“Foto-foto bugil ini bisa menggantikan hubungan intim atau juga melengkapinya, atau bisa menjadi cara memulai dan menjaga hubungan berpacaran. Foto-foto bugil ini juga disebarkan ke teman-teman sebagai hiburan, entah untuk berkelakar atau sekadar lucu saja,” ungkap Amanda Lenhart, pakar riset senior dari Pew.

Untuk sejumlah remaja, sexting bugil sudah menjadi hal yang biasa dalam gaya berpacaran di Amerika. Memberi bunga sudah ketinggalan zaman. Sebagian remaja pria mengirim foto bugilnya atau foto “adik kecil”-nya ke pacarnya.

“Kira-kira bisa 10 foto dalam sebulan,” kata seorang siswi SMA.

Survei juga menunjukkan bahwa dugaan terburuk yang ditakuti para orangtua bisa dilihat dari pernyataan siswi SMA ini, “Kadang kalau lagi ribut dengan mantan, bisa-bisa foto bugil dipakai untuk memeras”.

Selain itu, sebagian remaja mengaku merasa mendapat tekanan untuk ikut-ikutan mengirim foto bugil dirinya sendiri.

Pendapat para remaja mengenai sexting bugil ini pun bermacam-macam. Ada yang menganggapnya sebagai alternatif terbaik daripada berhubungan seks, dan ada juga yang khawatir bahwa hal ini melanggar hukum dan takut fotonya tersebar.

Posted in: Uncategorized